Rabu, 18 April 2012

Pelatihan Bengkel

0 komentar

BKM Asa Mulia mengadakan pelatihan bengkel yang dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 9 sampai 14 April 2012. Peserta pelatihan adalah warga Jarakan yang notabene adalah nelayan. Maksudnya diadakan pelatihan ini adalah para nelayan bisa mengerti dan dapat memperbaiki peralatannya bila mengalami kerusakan, karena selama ini bila ada alat yang rusak mereka selalu ke bengkel.

Dengan diadakannya pelatihan ini mereka para peserta pelatihan dapat menerapkan ilmunya dan bisa menularkan kepada sesama nelayan. Sehingga dapat menekan biaya dan sedikit menghemat biaya servis. Untuk pelatihan ini BKM Asa Mulia mendatangkan 2 instruktur dari SMK. Dan sebagai bahan pelatihan BKM membeli 2 buah mesin diesel yang dapat digunakan untuk praktek.

Lomba Paduan Suara

0 komentar
Dalam rangka memperingati hari Kartini desa Sukoharjo mengadakan lomba paduan suara antar RT yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sukoharjo. Masing-masing RT mengirimkan satu wakil sehingga jumlah peserta adalah 6, karena jumlah RT di desa Sukoharjo ada 6 RT. Lomba diadakan pada hari minggu tanggal 15 April 2012.

Sehari sebelumnya sempat terjadi ketegangan karena ada beda pendapat di kalangan ibu-ibu terutama mengenai teknis perlombaan. Ada yang mengusulkan boleh memakai iringan organ, tapi ada juga yang menolak. Akhirnya disepakati boleh memakai iringan musik tapi tidak masuk dalam penilaian. Karena yang dinilai adalah kekompakan, suara, penghayatan terhadap lagu. Untuk lagu sendiri ada 2 lagu yang dinyanyikan peserta lomba yaitu Mars PKK dan Mars Bangga Puri Gedeh.

Akhirnya setelah melalui penilaian dewan juri yang diambilkan dari orang luar desa, sebagai juara 1 adalah RT 3 RW 2. Juara 2 adalah RT 2 RW 2, dan juara 3 adalah RT 1 RW 2. Kebetulan sekali juaranya urut seperti urutan RT dan urutan nomer undian, dan kebetulan juga yang mendapat juara adalah yang memakai iringan musik. Tapi hal tersebut adalah suatu kebetulan saja, karena memang dari penampilan dan suara serta kekompakan mereka layak mendapat nomer.

Bahkan salah seorang peserta dari RT 3 RW 2 mengatakan kalau mereka latihan tiap hari, bahkan kadang di komplain oleh suaminya karena pulang selalu menjelang maghrib. Tapi akhirnya kerja keras mereka terbayar.

Dalam lomba paduan suara tersebut desa Sukoharjo mendapat kehormatan dengan hadirnya ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Rembang, Ibu Agus Salim. Bahkan beliau sempat menyumbang lagu dengan diiringi organ tunggal. Tidak ketinggalan pula Bapak Kepala Desa menyumbangkan sebuah lagu andalannya.

Selasa, 10 April 2012

KSM Kutilang: Timbangan Balita

0 komentar

Di Desa Sukoharjo ada 3 Posyandu, dan selama ini kegiatan Posyandu sudah berjalan dengan baik, apalagi dengan adanya bidan desa. Tapi ada kekurangan di masing posyandu tersebut yaitu timbangan. Selama ini cuma ada satu timbangan, yang dipakai baik itu oleh balita dan juga bisa dipakai oleh orang tua. Dan juga selama ini timbangan tersebut kurang akurat. Buktinya balita yang di timbang di Posyandu Sukoharjo, kemudian di timbang di Posyandu desa sebelah, ada selisih berat badan yang bervariasi 3-4 ons.

Untuk itu BKM Asa Mulia melalui bidang sosial membentuk KSM Kutilang yang mengajukan pengadaan timbangan balita ke PNPM-MP. Dan setelah mengajukan proposal akhirnya bantuan dari PNPM-MP sebesar 6 juta rupiah diberikan kepada KSM Kutilang. Ditambah dengan swadaya dari warga masyarakat sebesar 1,2 juta akhirnya terlaksana pembelian timbangan balita 3 buah dan timbangan dengan pengukur tinggi badan 3 buah, yang akan diserahkan kepada masing-masing Pokja.

Penyerahan timbangan dilakukan pada tanggal 5 April 2012 di Balai Desa Sukoharjo, bersamaan waktunya dengan pertemuan tim penggerak PKK desa. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh koordinator BKM Asa Mulia, Partono, S.Pd kepada Ny. Lilik Harijanto selaku ketua tim penggerak PKK Desa Sukoharjo. Selanjutnya dilakukan penandatanganan dokumen penyerahan oleh masing-masing Pokja dan juga perwakilan dari KSM, Kepala Desa dan Faskel Sosial.

Selasa, 03 April 2012

KSM Merak: Jalan Beton

0 komentar

RT 1 RW 1 Dukuh Jarakan Desa Sukoharjo membangun jalan beton dengan bantuan dari PNPM-MP. Dari proposal yang diajukan volume dari jalan beton tersebut adalah 0,08x1x190 m. Sedangkan dana dari PNPM sebesar Rp. 8.512.000 dan dana swadaya Rp. 1.815.000. Dalam pelaksanaan ternyata panjang jalan beton yang dibangun tidak sesuai dengan proposal yang diajukan yaitu 190 m.

Hal ini tentu berhubungan dengan wilayah yang dilalui jalan beton tersebut. Untuk mencari jalan atau tanah untuk jalan beton sepanjang itu tentu bukan hal yang mudah. Karena Wilayah di RT 1 termasuk kecil. Tapi meskipun untuk panjang tidak memenuhi syarat, tapi dari segi volume sudah memenuhi karena jalan yang dibangun lebarnya lebih dari 1 m. Ada yang 1,5 m ada juga yang 1,6 m.

Kamis, 29 Maret 2012

PPDI Rembang Menggugat

2 komentar
Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Rembang mengadakan pertemuan di balai desa Sukoharjo. Agenda pertemuan adalah membahas tuntutan dari para perangkat desa tentang peningkatan kesejahteraan dari para perangkat desa yang selama ini masih jauh dari layak.

Ketua PPDI Kecamatan Rembang Risdiyanto mengatakan, tuntutan dari perangkat desa adalah hal yang wajar dan memang seharusnya dilakukan, karena ada dasarnya yaitu keputusan Mendagri. Selama ini para perangkat desa menerima honor masih jauh dari UMK. Jadi bila mereka menuntut jangan disalahkan.

Sedangkan Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Rembang, Kasri mengatakan selama ini memang terus terang ada semacam kesenjangan pendapatan antara Kepala Desa dan perangkat desa dengan Sekdes yang notabene sudah PNS. Pemimpin di desa adalah Kepala Desa, sedangkan Sekdes dan perangkat adalah anak buah. Baru kali ini ada anak buah yang gajinya lebih tinggi dari pemimpinnya. Belum lagi dengan adanya bantuan-bantuan sosial, para Kepala Desa dan perangkat desa tidak diperbolehkan mendapat bantuan semacam itu. Padahal dari taraf kehidupan Kades dan Katdes bisa dibilang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Hal-hal semacam inilah yang bisa menimbulkan gejolak di kalangan perangkat desa. Sudah sering para Kades dan Katdes melakukan demo menuntut haknya tapi masih juga tuntutannya tidak dipenuhi. Sedangkan dari atasan selalu menuntut kewajiban dari para pamong desa tapi dari segi hak sepertinya selalu diabaikan. Bayangkan, hak dari para pamong desa yaitu TKP yang turun tiga bulan sekali, kalau tidak ada tuntutan selalu saja diundur-undur turunnya. Bahkan ada salah satu perangkat yang mengatakan, kalau kepala desa menggantung stempelnya, artinya tidak melayani masyarakat, apa jadinya. Taruhlah seminggu tidak ada layanan, pasti sudah menimbulkan gejolak. Bisa jadi kalau hak dari para Pamong desa selalu diabaikan, bukan tidak mungkin para perangkat desa akan melakukan demo.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri 2 orang anggota DPRD Kab. Rembang. Beliau lebih menyoroti APBD Kab. Rembang, yang sebagian besar digunakan untuk hal wajib yaitu gaji PNS. Sedangkan sisanya dibagi-bagi untuk bermacam-macam pos. Tuntutan dari perangkat desa untuk honor yang sesuai dengan UMK, cukup gak kas daerah untuk memenuhi hal tersebut. Ternyata sesuai dengan hitungan, rasanya sulit memenuhi honor yang sesuai dengan UMK. Terus apa solusinya... Para perangkat desa harus tetap kompak melakukan presure kepada pemerintah daerah, sebab kalau tidak dilakukan tekanan, tidak akan ada perhatian khusus bagi tingkat kesejahteraan para perangkat desa.

Apakah harus demo? Kalau memang tuntutan melalui forum resmi selalu diabaikan, bukan tidak mungkin para kepala desa dan perangkat desa melakukan demo besar-besaran menuntut haknya yang selama ini selalu dijadikan yang kedua...